• Selasa, 24 Mei 2022

Ratu Shima, Perempuan Penegak Hukum yang Menjadi Kekuatan Kerajaan Kalingga

- Rabu, 12 Januari 2022 | 16:36 WIB
Ilustrasi Ratu Shima (Pixabay)
Ilustrasi Ratu Shima (Pixabay)

PenaBicara.com – Sebelum kerajaan Majapahit berjaya dan menguasai nusantara, terdapat sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang ratu yang terlebih dahulu berjaya di tanah Jawa dan disebut-sebut sebagai masa kejayaan suatu kerajaan yang paling jujur.

Kerajaan tersebut adalah kerajaan Kalingga, atau diberbagai tulisan dikenal juga dengan kerajaan Keling atau Holing. Kerajaan ini terletak di pesisir utara Jawa Tengah dan diyakini berada di tengah-tengah antara Pekalongan dan Jepara.

Masa kejayaan kerajaan Kalingga berada pada saat kerjaan dipimpin oleh seorang ratu yang terkenal akan adil, jujur, bijaksana dan begitu taat pada hukum. Ratu tersebut adalah Ratu Shima. Perempuan berdarah Sumatra yang akhirnya dinikahi dan dibawa ke Kalingga oleh suaminya Kartikeyasinga.

Baca Juga: Lakukan 4 Cara Ini Agar Hidup Kamu Tetap Semangat dan Anti Malas!

Sebelum Ratu Shima menaiki tahta, Kartikeyasinga terlebih dahulu memimpin kerajaan. Namun, ia meninggal dunia dan membuat Ratu Shima naik menjadi pemimpin menggantikannya. Pada saat itulah akhirnya Kalingga menuju kejayaan dan kemakmuran.

Pada pemerintahan dirinya, Ratu Shima selalu mengajarkan masyarakatnya untuk selalu bersikap jujur dan meneggakan hukum tanpa pandang bulu. Semua orang akan diperlakukan sama di mata hukum, terlepas dari lapisan masyarakat yang ada pada saat itu. Ratu Shima terkenal akan hukuman potong tangannya bagi siaapun yang berperilaku mencuri.

Pada suatu hari, terdapat tas di perbatasan kerajaan yang tidak diketahui milik siapa. Saking jujur dan taatnya akan hukum, tidak ada satupun masyarakat yang mendekat dan ingin memiliki tas tersebut. Sampai suatu ketika, anak dari Ratu Shima, sang putra mahkota mengenai tas terebut.

Baca Juga: 4 Wisata yang Harus Kamu Datangi di Kepulauan Riau

Karena prinsip tegas dalam dirinya untuk menegakan hukum tanpa memandang bulu dan berlaku bagi siapapun di kerajaannya, putra mahkota mendapatkan hukuman tersebut yaitu seharusnya di potong kedua kakinya. Namun saat itu keputusan Ratu Shima dihalangi oleh para menteri yang akhirnya, sang putra mahkota hanya dipotong ibu jari dari kakinya.

Halaman:

Editor: Ayu Puji Handayani

Sumber: YouTube ASISI Channel

Tags

Artikel Terkait

Terkini

David Siegel,Milyarder Investasi Terkaya

Selasa, 5 April 2022 | 12:56 WIB
X