• Selasa, 28 Juni 2022

Fendi Saputra, ASN Muda Penghadang Mafia Barang Impor

- Rabu, 5 Januari 2022 | 07:52 WIB
Fendi Saputra, ASN Muda Penghadang Mafia Barang Impor.  (Foto: PAN-RB)
Fendi Saputra, ASN Muda Penghadang Mafia Barang Impor. (Foto: PAN-RB)

PenaBicara.com– Fendi Saputra, Aparatur Sipil Negara (ASN) muda Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan diberikan kepercayaan untuk melakukan tranformasi layanan Pemberitahuan Impor Barang Khusus (PIBK). Impor barang khusus yang dimaksud meliputi impor barang pindahan, impor sementara, dan impor untuk barang port to port.

Layanan PIBK dulunya menjadi layanan dengan tingkat fraud paling tinggi dan tingkat integritas rendah. Fraud yang terjadi ditandai dengan adanya pungutan liar dan penyelundupan barang yang melibatkan pihak internal dan eksternal bea dan cukai. Alhasil, proses pemeriksaan dan pengawasan barang PIBK menjadi buruk sehingga mengakibatkan masuknya barang-barang ilegal yang membuat hilangnya potensi penerimaan negara.

Pria kelahiran Madiun 25 Maret 1995 ini pun ditunjuk menjadi Koordinator Pemeriksa Barang PIBK di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta. Mengemban tanggung jawab baru, Fendi ditugaskan untuk membuat perubahan yang bisa memperbaiki sistem pemeriksaan dan pengawasan di area PIBK.

Baca Juga: Menparekraf Yakini Sektor Parekraf Berkontribusi Besar Bangkitkan Ekonomi pada 2022

“Ketika saya ditunjuk sebagai Koordinator disana, saya mempunyai inovasi untuk melakukan transformasi layanan PIBK sehingga bisa berubah menjadi layanan dengan tingkat profesionalisme paling tinggi,” ujar Fendi seperti dikutip dari laman resmi kemenpanRB, Rabu 5 Januari 2022.

Langkah pertama yang ia lakukan ketika ditunjuk sebagai Koordinator Pemeriksa Barang PIBK adalah menyamakan visi dan misi dengan para anggota timnya terkait integritas dan profesionalisme. Setelah semua anggota sepakat dengan visi dan misi bersama, maka langkah selanjutnya yang ia lakukan adalah memperbaiki sektor administrasi.

Fendi melihat bahwa pada sistem PIBK yang lama tidak ditemukan Berita Acara Pemeriksaan, penulisan LHP (Lembar Hasil Pemeriksaan) yang belum baku, dan tidak adanya dokumentasi hasil foto pemeriksaan.

Baca Juga: Resmikan GOR Setara di Kalsel, Menpora Amali Harap Batola Sumbang Atlet Berprestasi Dunia

“Dari perubahan yang saya lakukan dari sektor administrasi, membuat sistem PIBK sekarang memiliki Berita Acara Pemeriksaan, LHP yang sudah terstandardisasi dan adanya dokumentasi foto hasil pemeriksaan,” jelas pria lulusan PKN STAN ini.

Halaman:

Editor: Megawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

David Siegel,Milyarder Investasi Terkaya

Selasa, 5 April 2022 | 12:56 WIB
X