• Selasa, 24 Mei 2022

Sarjono Memperjuangkan Hidup Nekat ke Jepang dan Kini Menjadi Guru dan Advokat,Bagaimana Ceritanya?

- Kamis, 2 Desember 2021 | 07:06 WIB
Sarjono, S.Pd, S.H (Istimewa)
Sarjono, S.Pd, S.H (Istimewa)

Pada tahun 2014 Sarjono kembali pada lingkungan mengajar. Ia melamar di Yayasan Ummul Qurok Assauqi. Kali ini bukan mengajar, tapi Sarjono menantang dirinya menjadi staff Tata Usaha yang akhirnya membawanya menjadi kepala Tata Usaha satu tahun setelahnya.

Karena suka mengajar, Sarjono memutuskan untuk kuliah keguruan di Universitas NAHDLATUL ULAMA Surakarta mengambil jurusan Pendidikan Agama Islam. Pada saat kuliah itulah, Sarjono bertemu dengan salah satu pengacara yang membuat dirinya memutuskan untuk juga kuliah di jurusan Hukum di Universitas Boyolali. 

Baca Juga: Tidak Membawa Kemenangan, Supporter La Mania Gelar Unjuk Rasa

Kesempatan untuk Sarjono tidak berhenti di situ saja. Disaat ia sedang kuliah, ia juga ditawari untuk menjadi guru Bahasa Jepang di salah satu pondok pesantren asuhan Kyai Mukri Effendi dan menerima tawaran tersebut.

“Tujuan saya mau mengajar karena pengen sekali anak-anak pondok bisa berbagai bahasa. Salah satunya bahasa Jepang. Sampai akhirnya berkat semangatnya, ada santri pondok yang berhasil dan bisa berangkat ke Jepang,”bebernya.

Sarjono berhasil menjadi seorang pengajar.

Setelah lulus di jurusan Pendidikan Agama Islam, dan Hukum, Sarjono mencoba untuk mengikuti tes CPNS, namun harapannya kandas dan ia tidak berhasil.

Namun, kendati demikian, Sarjono kini sukses menjadi seorang guru dan seorang advokat yang hebat.

Dari Sarjono kita bisa belajar, sebuah usaha dan tekad membuat diri menjadi seorang yang bermartabat. ***

Halaman:

Editor: Hilda Arief

Tags

Artikel Terkait

Terkini

David Siegel,Milyarder Investasi Terkaya

Selasa, 5 April 2022 | 12:56 WIB
X