• Selasa, 24 Mei 2022

Ari Kinoysan Wulandari, Penulis Indonesia yang Produktif Menulis Demi Survive

- Sabtu, 30 Oktober 2021 | 08:49 WIB
Ari Kinoysan Wulandari (istimewa)
Ari Kinoysan Wulandari (istimewa)

Penabicara.com- Dr. ARI WULANDARI, S.S., M.A. atau lebih dikenal sebagai ARI KINOYSAN WULANDARI ini, salah satu penulis Indonesia yang sangat produktif. Sejak memulai debut penulisan buku pertama di tahun 2000 hingga sekarang tahun 2021, penulis sudah menerbitkan lebih kurang 120 judul buku. 

Semuanya diterbitkan oleh penerbit besar seperti Gramedia Grup, Andi Grup, Mizan Grup, Media Pressindo Grup. Artinya, penerbitan buku itu menggunakan sistem seleksi naskah. 

Mulai dari mengirimkan naskah, menunggu proses penilaian naskah, mengawal proses naskah di pracetak, hingga naskah terbit dan terpampang di toko buku; baik offline maupun online. 

Tentu semua itu tidak bisa dalam waktu singkat. Penulis perlu menunggu cukup lama, antara 3 bulan ---bahkan ada yang antri 5 tahun di penerbit. 

Kalau yang 5 tahun ini memang naskah timeless, artinya mau diterbitkan kapan saja tetap oke. Pasar akan tetap menerima karena sifatnya yang abadi. Bahkan di masa pandemi 2020 – 2021 sekarang ini, saat penulis lain bertumbangan tidak “diterbitkan” karyanya berdasarkan range penjualan buku yang terjun bebas, penulis ini tetap lancar jaya. 

Baca Juga: Tiga Tahun Anniversary, Maia Estianty-Irwan Mussry Semakin Romantis

Lebih dari 10 judul bukunya tetap terbit sesuai jadwal di penerbit mayor. Tidak ada penundaan. Boleh dikatakan ini merupakan prestasi dan kebahagiaan tersendiri bagi penulis di era pandemi C-19.   

Mbak Ari atau Bu Ari, demikian banyak orang menyapa, mengatakan kalau produktif menulis itu kewajiban penulis. Dengan range penjualan buku yang masih rendah karena buku belum menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian warga Indonesia, maka menjadi produktif itu satu-satunya cara bagi penulis untuk survive. 

Ada buku-buku megabestseller di Indonesia, yang terjual ratusan ribu eksemplar dalam waktu kurang dari 3 bulan; tetapi jumlahnya sangat sedikit. Secara umum penjualan buku di Indonesia belum bagus. 

Halaman:

Editor: Hilda Arief

Tags

Artikel Terkait

Terkini

David Siegel,Milyarder Investasi Terkaya

Selasa, 5 April 2022 | 12:56 WIB
X