PenaBicara.com - Terkait kabar seorang Warga Negara Indonesia (WNI) berinisial MS yang divonis bersalah dalam kasus dugaan pelecehan saat Tawaf di Makkah, Kementerian Luar (Kemlu) Negeri RI telah melayangkan surat protes kepada Kemlu Arab Saudi karena tidak ada pemberitahuan.
Pihak Kemlu juga membenarkan bahwa kasus tersebut memang benar terjadi. Ada saksi-saksi mata dan vonis terhadap WNI tersebut pun sudah dijatuhkan.
"Seorang WNI dengan inisial MS telah ditangkap aparat keamanan di Makkah karena tuduhan melakukan pelecehan seksual," ujar Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Judha Nugraha Minggu 23 Januari 2023.
Baca Juga: Penembakan Massal Saat Festival Imlek di California, Kemlu Pastikan Tak Ada Korban WNI
"MS telah menjalani proses persidangan. Fakta yang terungkap dalam persidangan, yang bersangkutan terbukti melakukan pelecehan seksual melalui bukti dua saksi mata dan pengakuan langsung dari MS. Yang bersangkutan kemudian dijatuhkan vonis pada tanggal 20 Desember 2022 berupa hukuman penjara selama dua tahun dan denda 50.000 Saudi riyal (setara 200 juta rupiah)," jelas Judha.
Kemlu RI telah menyediakan bantuan hukum kepada pelaku. KJRI Jeddah juga protes kepada otoritas Arab Saudi karena tidak dikabari proses sidang tersebut.
"KJRI Jeddah tidak menerima informasi dari otoritas Arab Saudi mengenai persidangan yang dijalani MS. Akses kekonsuleran untuk bertemu MS baru diberikan otoritas Arab Saudi pada 2 Januari 2023. Atas hal ini, KJRI Jeddah mengirimkan nota protes kepada Kemlu Arab Saudi. KJRI Jeddah juga telah menunjuk pengacara untuk langkah hukum yang dapat ditempuh lebih lanjut," tandas Judha.***
Artikel Terkait
Seorang WNI di Malaysia Terbebas dari Hukuman Mati
ABK WNI Jatuh di Perairan Lepas Samudra Atlantik, KJRI Cape Town Lakukan Shalat Gaib
Menlu: Sebanyak 99 WNI Telah Dievakuasi Dari Ukraina
Lolos Dari Hukuman Mati, WNI Arab Saudi Dipulangkan Oleh Kemlu RI
KBRI Pastikan Tak Ada WNI yang Tewas pada Tragedi Pesta Halloween di Korea Selatan
Penembakan Massal Saat Festival Imlek di California, Kemlu Pastikan Tak Ada Korban WNI