• Selasa, 28 Juni 2022

Cerita Kelompok Tamil Sri Lanka, Pencari Suaka yang Terjebak di Diego Garcia

- Jumat, 20 Mei 2022 | 08:55 WIB
Ilustrasi kapal nelayan. (Canva/Pexels Skitterphoto)
Ilustrasi kapal nelayan. (Canva/Pexels Skitterphoto)

PenaBicara.com - Permasalahan yang dihadapi negara Sri Lanka adalah bukan hanya menghadapi penurunan ekonomi dan semrawutnya pemerintahan, tetapi juga konflik SARA yang bergelut di dalamnya. Salah satunya dialami oleh kelompok Tamil.

Setelah perang saudara antara pemerintahan Sri Lanka dengan kelompok Tamil yang telah mengorbankan banyak korban jiwa, perang tersebut berakhir di tahun 2009 setelah 26 tahun bergejolak dalam konflik.

Perang saudara yang berakhir, membuat banyak kelompok Tamil memilih melarikan diri dari Sri Lanka dan menjadi pencari suaka di negara-negara ketiga untuk melindunginya dari ancaman penyiksaan dan penghilangan paksa.

Baca Juga: Situasi Kian Memanas, Presiden Sri Lanka Umumkan Keadaan Darurat untuk Kedua Kalinya

Banyak dari kelompok Tamil yang mencari suaka dengan jaminan tidak akan dikembalikan ke Sri Lanka. Banyak juga dari mereka yang melarikan diri ke India, namun sesampainya di sana, mereka menjadi pengungsi dan kembali pada kamp-kamp yang kumuh.

Pada akhir September 2021, sekelompok Tamil yang berjumlah 89 orang dan terdapat 20 anak-anak di dalamnya, berangkat dari India selatan untukmeminta suaka di negara Kanada. Mereka berangkat menggunakan kapal nelayan.

Harapannya, kepergian mereka dari India selatan bisa segera mendapatkan perlindungan yang layak. Namun setelah 11 hari perjalan, perahu yang ditumpangi oleh kelompok Tamil mengalami masalah dan dicegat oleh pasukan Inggris.

Baca Juga: Cegah Baiat Massal ISIS, Densus 88 Awasi Kegiatan Jaringan Teroris

Pasukan Inggris tersebut mengawal kelompok Tamil ke Diego Garcia, bagian wilayah Samudra Hindia Britania. Pulau Diego Garcia adalah pangkalan udara dan laut milik gabungan Amerika Serikat-Inggris.

Alih-alih mendapatkan kepastian kapan kelompok Tamil akan bisa melanjutkan perjalanan pergi menuju Kanada, mereka justru tertahan sejak 3 Oktober 2021 hingga saat ini.

Halaman:

Editor: Hilda Arief

Sumber: AlJazeera

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X