• Selasa, 28 Juni 2022

Bercermin Dari Kisah Eril Bin Ridwan Kamil

- Kamis, 16 Juni 2022 | 18:45 WIB
ARI WULANDARI Penulis dan Dosen PBSI - FKIP - Universitas PGRI Yogyakarta.  (Hilda Arief)
ARI WULANDARI Penulis dan Dosen PBSI - FKIP - Universitas PGRI Yogyakarta. (Hilda Arief)

Oleh :  Ari Wulandari 

Dosen PBSI FKIP Universitas PGRI Yogyakarta 

PenaBicara.com - Innalillahi wa’ inna ilaihi raji’un….! 

Saya tidak mengenal Ridwan Kamil (Pak RK) dan Atalia P (Bu Cinta). Apalagi anak-anaknya. Saya hanya mengidentifikasi Pak RK dan Bu Cinta sebagai Gubernur Jawa Barat. Sebagai orang yang tidak mengidolakan mereka di ranah kepemimpinan, saya tidak pernah mengulik sosmed mereka. Kalau kebetulan postingannya lewat di timeline saya dan menurut saya bagus, saya like saja. Sebatas itulah pengetahuan saya tentang mereka berdua.

Pada saat berita hilangnya Eril anak sulung Pak RK berseliweran di sosmed, saya masih tidak paham. Baru ketika mendengarkan beberapa youtube saya mengerti bahwa Pak RK sedang bertugas di Inggris, Bu Cinta dan kedua anaknya pergi ke Swis. Tujuan mereka ke Swis adalah mengantar Eril untuk mencari sekolah jenjang S-2. Lalu ada kesempatan berenang di Sungai Aare, Eril terjun bersama adik dan temannya. Pada saat hendak naik selesai renang, barulah Eril terseret arus sungai dan hilang.

Sontak berita itu bertebaran di jagad sosmed kita. Tim SAR, polisi Swis, KBRI Swis dll pihak dilaporkan sibuk melakukan pencarian Eril di Sungai Aare. Tidak hanya melalui jalur air, tetapi lewat jalur darat dan udara. Dengan usaha yang luar biasa sampai berhari-hari. Namun tidak ditemukan jejaknya, hingga pihak keluarga mengubah status keberadaan Eril dari hilang menjadi telah meninggal dunia.

Saya bisa membayangkan betapa hancur dan luluh lantaknya renjana hati Pak RK dan Bu Cinta, kehilangan putra tercinta di depan mata. Dengan situasi yang sama sekali tidak terduga. Pada kondisi yang rasanya mustahil seseorang meninggal begitu muda.

Ya, Eril masih muda belia. Sekitar 22 tahun sedang mekar tumbuh dewasa. Tapi dia bukan pemuda sembarangan. Dia atlet renang dan mengantongi sertifikat penyelam. Ketika memutuskan untuk terjun berenang ke Sungai Aare, saya yakin dengan keahliannya dia sudah menimbang situasi. Kondisi cuaca, suhu air, kedalaman sungai, deras arus, dll hingga memutuskan untuk turun berenang. Terbukti dia melarang ibunya ---yang semula juga ingin ikut berenang. Petanda bahwa dia seorang anak lelaki yang memikirkan keselamatan orang tuanya.

Mereka yang menyukai olahraga air baik di sungai, danau, waduk, laut ---seperti renang, snorkelling, diving, menyelam, pasti tahu bahwa tempat-tempat ini sering tidak terduga. Pada saat keadaan terlihat tenang, bisa berubah ganas seketika.

Halaman:

Editor: Hilda Arief

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Sebelum Hilang, Marshanda Katakan Ini

Selasa, 28 Juni 2022 | 12:49 WIB

Kalau Kamu Menikah

Kamis, 23 Juni 2022 | 16:15 WIB

Selamat, Sivia Azizah Resmi Menikah!

Senin, 20 Juni 2022 | 07:45 WIB

Bercermin Dari Kisah Eril Bin Ridwan Kamil

Kamis, 16 Juni 2022 | 18:45 WIB

Lirik Lagu Stray Kids - Circus!

Senin, 13 Juni 2022 | 08:23 WIB

Lirik Lagu Calum Scott feat Lyodra - Heaven

Jumat, 10 Juni 2022 | 07:52 WIB

Borobudur di Hati Saya

Kamis, 9 Juni 2022 | 17:19 WIB

Lirik Lagu Secret Number - DOOMCHITA

Kamis, 9 Juni 2022 | 08:13 WIB
X