• Kamis, 6 Oktober 2022

KPK Tegaskan Surat Panggilan Wakil Ketua DPRD Papua Palsu

- Jumat, 23 September 2022 | 11:16 WIB
Surat Panggilan Palsu berlogo dan berstempel KPK, yang menyebut adanya pemanggilan kepada pihak-pihak tertentu terkait dugaan tindak pidana pengelolaan dana Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 (Foto: Dok KPK)
Surat Panggilan Palsu berlogo dan berstempel KPK, yang menyebut adanya pemanggilan kepada pihak-pihak tertentu terkait dugaan tindak pidana pengelolaan dana Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2020 (Foto: Dok KPK)

PenaBicara.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan surat panggilan kepada Wakil Ketua I DPRD Provinsi Papua, Yusuf Wonda, palsu. Surat yang menyertakan logo dan stempel lembaga anti rasuah ini beredar di Papua.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri meminta kepada semua pihak untuk mewaspadai surat panggilan palsu yang beredar luas di Papua tersebut.

"KPK menerima informasi beredarnya Surat Panggilan Palsu berlogo dan berstempel KPK yang menyebut adanya pemanggilan kepada pihak-pihak tertentu terkait dugaan tindak pidana pengelolaan dana PON XX 2020," ungkap Ali Fikri, Kamis 22 September 2022.

Baca Juga: OTT di Mahkamah Agung, KPK Tangkap Hakim Agung dan Sita Mata Uang Asing

Dalam surat tertanggal 21 September 2022 tersebut, lanjut Ali, terdapat tanda tangan seorang penyidik KPK atas nama Muh Ridwan Saputra. Berdasarkan hasil penelusuran, Ali memastikan tidak ada nama tersebut sebagai penyidik.

"KPK telah memeriksa dan memastikan bahwa tidak ada pegawai KPK atas nama tersebut," ujarnya seperti dikutip dari laman PMJNews.

Ali menjelaskan, surat itu dipastikan palsu karena dalam dijelaskan bahwa pihak yang dipanggil akan dimintai keterangan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di Gedung Merah Putih KPK.

Baca Juga: Jadi Tersangka Kasus Korupsi, Wanita Emas Ngamuk Usai Dijemput Paksa

"Surat palsu ini diketahui beredar di wilayah Papua dan tidak menutup kemungkinan juga beredar di wilayah lain, ataupun dengan modus-modus lainnya," terangnya.

KPK dengan tegas meminta kepada oknum yang membuat ataupun menyalahgunakan surat palsu tersebut untuk segera menghentikan aksinya.

Halaman:

Editor: Megawati

Sumber: PMJ News

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X