• Jumat, 12 Agustus 2022

Tangkap Ikan Dengan Menggunakan Bahan Peledak, 7 Nelayan Ditangkap Ditpolair Polda Papua Barat

- Rabu, 3 Agustus 2022 | 18:28 WIB
7 orang nelayan yang ditangkap karena menangkap diperairan sele dengan menggunakan bahan peledak.  (Foto: Mega/PenaBicara)
7 orang nelayan yang ditangkap karena menangkap diperairan sele dengan menggunakan bahan peledak. (Foto: Mega/PenaBicara)

PenaBicara.com – Ditpolairud Polda Papua Barat menangkap 7 nelayan lantaran menangkap ikan dengan menggunakan bahan peledak.

Masing-masing nelayan tersebut berinisial LN, LZ, LK, LA, SL, HF, dan LP.

Penangkapan 7 nelayan itu bermula saat tim patroli Tender KP. BEO – 5013 Ditpolairud Baharkan Polri menemukan 1 unit perahu kayu di sekitar perairan Selat Sele, Sabtu 3 sekitar pukul 21.30 WIT.

Baca Juga: Total 83 Jemaah Haji yang Wafat, Ini Daftarnya

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap kapal tersebut, ditemukan 1 toples plastik berisikan 47 dectonator atau sumbu bom ikan.

Kapolda Papua Barat, Irjen Pol Daniel Tahi Monang Silitonga menjelaskan, ke-7 nelayan itu memiliki peran mulai dari yang melempar bom ikan, menyelam untuk mengambil ikan, menjaga mesin kompresor dan mesin tempel tetap menyala, hingga memasukkan ikan ke dalam palka perahu.

“Adapun barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya 27 buah dectonator rakitan ukuran 7-8 cm, 20 buah dectonator ukuran 5-6 cm, 1 unit kompresor, 3 buah kacamata selam, 1 buah korek kayu, obat nyamuk bakar, gulungan selang, 1 unit perahu kayu, 3 buah pemberat, dan 2 unit mesin tempel,”jelas Kapolda saat memimpin press release di pelabuhan Marina, kota Sorong, Rabu 3 Agustus 2022.

Baca Juga: Total 83 Jemaah Haji yang Wafat, Ini Daftarnya

Kapolda menyampaikan, pihaknya terus melalukan upaya pencegahan dengan memperbanyak armada dan peralatan untuk tim patroli yang melakukan pengamanan di laut.

“Sehingga ketika tim kita melihat kapal-kapal yang melakukan penyimpangan maka akan ditindak,”tegas kapolda.

Untuk mempertanggungjwabkan perbuatannya, ketujuh pelaku tersebut kini ditahan di Mako Ditpolairud Polda Papua Barat. Mereka dikenakan undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 atau undang-undang nomor 17 tahun 1948 dengan ancaman pidana seumur hidup atau hukuman mati.***

Editor: Megawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Jokowi Ingatkan Petani Rawat Kelapa Genjah

Jumat, 12 Agustus 2022 | 06:40 WIB

Komnas HAM Akui Tak Tega Bharada E Jadi Tersangka

Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:13 WIB

Polisi Masih Dalami Motif Pembunuhan Brigadir J

Kamis, 11 Agustus 2022 | 11:48 WIB
X