• Selasa, 28 Juni 2022

Antisipasi Ancaman Krisis Pangan, Presiden Jokowi Minta Jajaran Fokuskan Tiga Hal

- Selasa, 21 Juni 2022 | 10:17 WIB
Presiden Jokowi memimpin Sidang Kabinet Paripurna mengenai Antisipasi Krisis Pangan dan Energi, di Istana Negara, Jakarta, Senin 20 Juni 2022.  (Foto: Humas Setkab/Agung)
Presiden Jokowi memimpin Sidang Kabinet Paripurna mengenai Antisipasi Krisis Pangan dan Energi, di Istana Negara, Jakarta, Senin 20 Juni 2022. (Foto: Humas Setkab/Agung)

PenaBicara.com- Dalam mengantisipasi krisis pangan global akibat pandemi COVID-19 serta konflik Rusia dan Ukraina, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk fokus pada tiga hal.

Hal itu disampaikan Presiden Jokowi saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna (SKP) mengenai Antisipasi Krisis Pangan dan Energi, di Istana Negara, Jakarta, Senin 20 Junin2022. 

“Saya minta agar kita fokus yang pertama, peningkatan produksi besar-besaran baik itu dari petani, baik itu dari korporasi, baik itu dari BUMN. Semuanya harus dilihat betul, jangan kita terjebak, sekali lagi, pada rutinitas harian,” ujar Presiden dikutip dari laman sekretariat kabinet, Selasa 21 Juni 2022.

Baca Juga: Presiden Jokowi Instruksikan Jajaran Antisipasi Krisis Pangan dan Energi

Presiden menekankan agar penanaman komoditas secara besar-besaran tersebut disesuaikan dengan karakter masing-masing daerah.

“Kemarin saya melihat dengan Pak Kepala KSP melihat sorgum di NTT misalnya, ditanam jagung enggak hidup, begitu ditanam sorgum, hijau, sangat hijau dan sangat kelihatan subur sekali tanamannya. Lah ini kan setelah dicek, ternyata memang di NTT dulu yang banyak adalah tanaman sorgum atau cantel,”jelasnya.

Selanjutnya, Presiden meminta jajarannya untuk segera memastikan offtaker yang akan menampung hasil peningkatan produksi besar-besaran tersebut.

Baca Juga: Kasus Bungkus Night, 5 Orang Jadi Jadi Tersangka

“Jangan sampai nanti petani sudah berproduksi banyak Bulog-nya ndak ngambil, RNI enggak ambil, misalnya kalau sudah ditentukan, lah ini mekanisme itu harus segera diputuskan. Kemarin sudah kita, saya kira sudah kita sampaikan ke Menteri BUMN untuk segera siapa, untuk produknya apa, pembiayaannya seperti apa,” tegasnya. 

Terakhir, Kepala Negara menekankan pentingnya pendistribusian komoditas pangan yang telah diproduksi secara besar-besaran tersebut, sehingga stok tidak menumpuk atau kualitasnya menurun bahkan busuk.

Halaman:

Editor: Megawati

Sumber: Setkab.go.id

Tags

Artikel Terkait

Terkini

MUI Putuskan Vaksin Merah Putih Suci dan Halal

Senin, 27 Juni 2022 | 16:06 WIB

Waspada! Modus Penipuan Transfer Dana LinkAja

Minggu, 26 Juni 2022 | 19:40 WIB
X