• Kamis, 6 Oktober 2022

Muhammadiyah Desak Polisi Segera Tangkap Saifudin Ibrahim

- Jumat, 18 Maret 2022 | 09:37 WIB
Cak Nanto Ketum Muhammadiyah (Ahmad Hafidz Zaini)
Cak Nanto Ketum Muhammadiyah (Ahmad Hafidz Zaini)

Penabicara.com - Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda (PP) Muhammadiyah Sunanto atau Cak Nanto meminta kepolisian segera menangkap Pendeta Saifuddin Ibrahim yang meminta Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menghapus 300 ayat Al-Qur'an.

Lantaran tidak termasuk kategori delik aduan, menurutnya, pihak kepolisian bisa menangkap Saifuddin tanpa harus menunggu adanya laporan. Cak Nanto meminta polisi menangkap Saifuddin karena yang dilakukannya tersebut sudah masuk ke dalam unsur penistaan.

"Saran saya kan ini bukan delik aduan. Ini yang sudah ada penistaan dan berdampak kepada kerukunan beragama, hal itu perlu ditindak," kata Cak Nanto, kepada media, Jumat (18/3/2022).

Baca Juga: Komisi II DPR RI: Secara Anggaran Tidak Ada Masalah Pembentukan DOB di Papua

Cak Nanto menyatakan tidak mau menoleransi yang disampaikan Saifuddin. Pasalnya, menurutnya, yang dilakukan pendeta tersebut murni pelecehan agama. "Tidak hanya sekali ini beliau lakukan. Ini bukan diskusi ilmiah. Ini sudah melecehkan agama dan keyakinan," ujarnya.

"Oleh karena itu, kepolisian segera melakukan tindakan agar rasa keadilan dan tidak memperkeruh keadaan," tegasnya.

Nama pendeta Saifuddin Ibrahim kembali viral di media sosial. Semua berawal ketika Saifuddin menyebut adanya ayat-ayat di dalam Al-Qur'an sebagai biang kerok radikalisme. Dia pun meminta Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menghapus 300 ayat Al-Qur'an tersebut.

Baca Juga: Lirik Lagu G-Idle 'Tomboy', Lagu Girlband Dengan Sentuhan Rock!

Sebelum menjadi seorang pendeta, Saifuddin Ibrahim merupakan pemeluk Islam yang taat. Bahkan, dia pernah lama mengajar di pondok pesantren. Berikut profil Saifuddin Ibrahim yang kini bernama Abraham Ben Moses.

Halaman:

Editor: Ahmad Hafidz Zaini

Sumber: WE

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X