• Kamis, 20 Januari 2022

World Superbike Ciptakan Multiplier Effect Pariwisata di Lombok

- Jumat, 3 Desember 2021 | 08:18 WIB
penyelenggaraan World Superbike di Lombok, NTB.  (Sumber: Instagram kemenparekraf.ri)
penyelenggaraan World Superbike di Lombok, NTB. (Sumber: Instagram kemenparekraf.ri)

PenaBicara.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, mengungkapkan bahwa penyelenggaraan World Superbike (WSBK) telah menciptakan multiplier effect yang besar bagi perekonomian Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Menparekraf Sandiaga, saat Weekly Press Briefing, di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin 29 Desember lalu, menjelaskan event World Superbike telah meningkatkan tingkat okupansi hotel di NTB mencapai 95 persen.

Pelaksanaan World Superbike juga membuka peluang kerja dengan terserapnya 1.475 tenaga kerja dari NTB, termasuk penduduk dari enam desa penyangga di sekitar Mandalika. Mereka bertugas sebagai marshal, COVID-19 safety, kru medis, kru event, crowd control, dokumentasi, kebersihan, tiket, transportasi, sampai pengelola sampah.

Salah satu pelaku pariwisata di Lombok pada bidang penyewaan jasa transportasi bahkan bisa meraih omzet hampir Rp70 juta perbulan, dari yang sebelumnya Rp10-15 juta perbulan.

Baca Juga: Pengungsi Afghansitan di Jawa Timur Kembali Gelar Demo, Mengaku Semakin Depresi

"Saya mendapat laporan bahwa World Superbike sudah membawa peningkatan yang signifikan, dan menciptakan lapangan pekerjaan yang luar biasa. Dan paling membahagiakan, saya mendapat laporan bahwa homestay yang kita bangun, hingga sarana pariwisata penuh kunjungan dari pengunjung World Superbike," kata Sandiaga seperti yang dikutip di laman kemenparekraf.go.id, Jumat 3 Desember 2021.

Dalam kesempatan itu, Sandiaga juga menjelaskan bahwa pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan telah kembali mengubah durasi karantina bagi Warga Negara Asing (WNA) dan Warga Negara Indonesia (WNI) yang datang dari luar negeri dari tiga hari menjadi tujuh hari masa karantina.

Langkah itu dilakukan untuk mencegah COVID-19 varian Omicron (B 1.1.529). Pemerintah terus mengkaji berbagai alternatif kebijakan terkait kekarantinaan, terutama agar aturan tersebut atraktif bagi wisatawan mancanegara.

Baca Juga: Aksi Unras Tandingan Karyawan PT Hui Xin Industry, Apa Saja Permintaannya?

Namun demikian, pemerintah juga sangat concern dengan varian baru yang bermunculan, termasuk varian Omicron (B 1.1.529) yang telah memasuki wilayah Hong Kong dan Belgia. Pemerintah akan mengutamakan faktor kesehatan dan keselamatan masyarakat Indonesia agar tidak terulang lonjakan kasus seperti Juli 2021.

Halaman:

Editor: Megawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Presiden Dorong Kemudahan Akses Permodalan Bagi UMKM

Kamis, 20 Januari 2022 | 17:29 WIB
X