• Jumat, 12 Agustus 2022

Presiden Jokowi Dorong Pencapaian Target Vaksinasi WHO pada KTT ASEM ke-13

- Sabtu, 27 November 2021 | 11:00 WIB
Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tinggi Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor.  (Foto: BPMI Setpres)
Presiden Joko Widodo menghadiri Konferensi Tinggi Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor. (Foto: BPMI Setpres)

PenaBicara.com - Presiden Joko Widodo mengajak para pemimpin negara Asia dan Eropa untuk bekerja sama menghadapi pandemi Covid-19 yang hingga saat ini masih belum usai. Menurut Kepala Negara, saat ini lebih dari 7,6 miliar dosis vaksin telah disuntikkan, namun, kesenjangan akses terhadap vaksin masih lebar.

“64,99 persen populasi negara kaya telah menerima setidaknya satu dosis vaksin, sementara di negara miskin baru 6,48 persen,” ujar Presiden Jokowi dalam pidatonya saat menghadiri Konferensi Tinggi Tinggi (KTT) Asia-Europe Meeting (ASEM) ke-13 secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, pada Jumat, 26 November 2021.

Presiden Jokowi melanjutkan bahwa target vaksinasi WHO juga masih sulit dicapai. Diperkirakan hampir 80 negara tidak mencapai target vaksinasi 40 persen populasi di akhir tahun 2021. Bahkan, pada saat yang sama, lebih dari 100 juta dosis vaksin di negara G7 tidak terpakai dan kadaluwarsa.

Baca Juga: Sugito Meyakini SDGs Desa Salah Satu Upaya Pulih dari Masa Pandemi: Apa yang Dilakukan Kemendesa PDTT?

“Dalam pertemuan ini saya mengajak kita semua mengubah situasi ini. Target vaksinasi WHO harus dicapai semua negara. Untuk itu, dose-sharing harus digalakkan, produksi vaksin dinaikkan, dan kapasitas penyerapan negara penerima vaksin ditingkatkan,” ungkap Presiden Jokowi.

Sementara itu, dalam jangka panjang Presiden Jokowi mengajak para pemimpin ASEM untuk terus memperkuat tata kelola dan arsitektur kesehatan global. Hal tersebut juga akan menjadi salah satu agenda utama dalam Presidensi Indonesia di G-20.

“Dalam kaitan ini, WHO harus diperkuat. Traktat pandemi harus didukung oleh semua negara dan mekanisme pendanaan kesehatan untuk negara berkembang perlu dibangun,” ucap Presiden.

Baca Juga: KPK Tetapkan Tersangka Pengadaan Mesin Giling di Pabrik Gula PT Perkebunan Nusantara XI

Sedangkan terkait percepatan pemulihan ekonomi, Presiden Jokowi menyampaikan dua hal utama yang memerlukan kerja sama erat para pemimpin ASEM, yaitu transisi energi dan transisi digital.

Halaman:

Editor: Megawati

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Ferdy Sambo Akui Rekayasa Kematian Brigadir J

Jumat, 12 Agustus 2022 | 07:05 WIB

Presiden Jokowi Ingatkan Petani Rawat Kelapa Genjah

Jumat, 12 Agustus 2022 | 06:40 WIB

Komnas HAM Akui Tak Tega Bharada E Jadi Tersangka

Kamis, 11 Agustus 2022 | 17:13 WIB

Polisi Masih Dalami Motif Pembunuhan Brigadir J

Kamis, 11 Agustus 2022 | 11:48 WIB
X