• Selasa, 19 Oktober 2021

Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, Said Didu Menilai Adanya 'Jebakan' Infrastruktur

- Senin, 11 Oktober 2021 | 09:18 WIB
Proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung  (Tangkap layar YouTube.com/Sekretariat Presiden)
Proyek Kereta Api Cepat Jakarta Bandung (Tangkap layar YouTube.com/Sekretariat Presiden)

 

PenaBicara.com-Kebijakan Presiden Jokowi Widodo (Jokowi) mempercepat penyelenggaraan sarana prasarana Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung yang tertuang dalam Perpres No 93 tahun 2021 dengan menggunakan APBN, menuai sejumlah tanggapan.

Sebelumnya, Jokowi tidak mengijinkan penggunakan APBN dalam proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung, akan tetapi setelah teken kontrak pada 6 Oktober 2021 Jokowi mengijinkan penggunaan APBN.

Proyek Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung mengalami pembengkakan hingga 27 triliun rupiah.

Analisis Kebijakan Publik, Muhammad Said Didu menilai Indonesia saat ini kemungkinan berada dalam jebakan infrastruktur yang dibuat China. Menurutnya, jebakan infratruktur ada dua hal penyebabnya, over investment atau over capacity. 

“Over investment atau over capacity, maksudnya kapasitas yang lewat hanya 10 tetapi dibangun kapasitas 20, akhirnya menjadi rugi.

Sedangkan over investment, contoh yang paling jelas Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung,” beber Said Didu, Minggu, 10 Oktober 2021, dikutip PenaBicara.com dari kanal Youtube MSD. 

Said Didu mengungkapkan beberapa negara mengalami hal seperti itu, bahkan ada negara yang kehilangan kedaulatannya sehingga mengganti mata uangnya, karena terjebak infrastruktur. 

Said menekankan banyak proyek negara yang telah masuk dalam jebakan, yang seharusnya dihindari.

Halaman:

Editor: Hardaning Tyas

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Terkini

X